oleh: Muhammad Imam Subkhi
Munas Alim Ulama NU di Surabaya beberapa waktu lalu memunculkan beberapa reekomendasi penting bagi kepentingan kehidupan budaya, agama dan berbangsa. Namun diantara rekomendasi dan isu yang muncul memicu beberapa kontroversi yang mungkin membuat gerah bagi beberapa media televisi swasta nasional di Indonesia, yaitu masalah pengharaman tayangan infotaintment. Alasannya acara yang tayang setiap harinya tersebut dianggap tidak memberikan manfaat bagi masyarakat. Sebab topik yang dibahas dalam acara infotaintmen cenderung memberikan pendidikan yang kurang baik bagi masyarakat. Apa yang tayangkan infotaintment bersifat mempergunjingkan kehidupan orang lain. Padahal infotaintmen memiliki rating tayang yang cukup tinggi dan digemari. Sehingga jika ini menjadi rekomendasi yang disetujui pemerintah, maka pemasukan media dari acara infotraintmen akan terancam.
Memang jika kita coba kita amati dan telaah lebih jauh, apa yang disajikan oleh media infotaintment seringkali hanya berkutat pada masalah perselingkuhan, perceraian, permusuhan dan keglamoran kehidupan para artis. Dalam koridor beragama, kegiatan mempergunjingkan dan membicarakan kejelekan orang lain yang tidak ada manfaatnya oleh agama hal ini tidak diperbolehkan. Said Agil Siraj memandang hal ini sebagai sebuah ghibah. Sebab apa yang disajikan infotainmen memiliki kecenderungan membodohkan dan tidak bermanfaat..
Jika setiap hari kita dicekoki dengan tayangan seperti ini, kita akan terbuai dengan pola kehidupan yang hedonis. Padahal keadaan masyarakat Indonesia saat ini dengan latar belakang pendidikan yang sebagian besar rendah akan sangat mudah terpengaruh oleh masalah yang sifatnya glamour. Jika tejebak pada pola kehidupan yang imitative seperti ini, kita akan menuju pada pola pikir yang hipokrit dan hedonis. Setiap hari kita hanya berusaha meniru kehidupan artis yang sifatnya bersenang-senang tanpa memikirkan kelangsungan kebudayaan kita.
Selain itu, gencarnya tayangan infotainmen semakin mempercepat proses pembaratan di negeri kita. Sehingga dampaknya pada erosi kebudayaan negeri. Dengan dalih modernitas kehidupan, isi tayangan infotaintment saat ini ternyata yang sangat beresiko bagi kehidupan kebudayaan Indonesia. Tidak hanya infotaintment, sinetron yang ada sekarang ini pun juga ikut menggerus originalitas kebudayaan kita. Dalam pandangan Giddens, konsep resiko menjadi masalah mendasar baik dalam cara menempatkan aktor biasa maupun aktor berkemampuan spesialis-teknis dalam organisasi kehidupan sosial. Selain mengurangi masalah gaya kehidupan tertentu, juga memperkenalkan masalah baru yang di era sebelumnya tidak dikenal.
Dulu sebelum adanya tayangan infotainmen, kehidupan artis tidak begitu menjadi omongan yang diperlukan. Namun saat ini, dengan menjamurnya tayangan tersebut, di sisi lain tidak mengenakkan bagi selebritis yang diungkap sisi buruknya kepada khalayak. Sebab pada dasarnya masyarakat tidak begitu butuh dengan bagaimana kehidupan para selebriti. Namun dengan media infotainmen, masyarakat menjadi suka meniru kehidupan yang mungkin tidak akan bisa dia capai.
Pengaruh media bagi masyarakat
Pengaruh media dalam kehidupan sehari-hari sangatlah besar pada era sekarang ini. Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, informasi dari media baik televisi maupun cetak menjadi sebuah kebutuhan yang sangat penting. Sebab informasi akan memunculkan berbagai masalah dan upaya pemecahan masalah. Maka dalam sebuah kajian baik akademis, agama, dan budaya, informasi sangat penting untuk bahan kajian yang sangat menarik untuk mencari problem solving atas berbagai macam masalah yang ada.
Selain itu, dengan adanya media, kita akan semakin mudah untuk bisa membantu orang lain. Misalnya dengan informasi mengenai bencana alam yang terjadi di beberapa daerah yang sajikan oleh media, maka banyak orang langsung merespons untuk membantu.
Lalu pertanyaanya, dengan tayangan infotainmen yang setiap hari ditayangkan, akan memberikan manfaat apa bagi masyarakat. Hal inilah yang perlu kita kaji. Kita memang tidak bisa langsung memberikan stempel halal dan haram bagi tayangan dengan rating tinggi itu.
Jalan tol menuju popularitas
Sebenarnya tayangan infotainmen memiliki beberapa pengaruh baik bagi kehidupan para selebritis yang menjadi sumber berita maupun bagi khalayak umum. Bagi kehidupan artis, tayangan infotainmen jelas sangat memberikan manfaat bagi semakin menanjaknya popularitas mereka. Kita ingat kasus Inul Daratista yang saat itu menjadi pergunjingan bagi beberapa tokoh musik dangdut di tanah air karena goyang ngebornya. Hal ini terus di ekspose oleh infotaintmen. Sehingga popularitas seorang penyanyi kampung asal Pasuruan tersebut terus meroket hingga mampu menempatkan dirinya menembus jajaran artis dangdut papan atas. Sehingga sangat mungkin melalui infotaintmen, orang kampung yang bukan siapa-siapa sekalipun bisa cepat terkenal. Kita lihat pada kasus Taufik Hidayat yang diisukan telah memiliki anak di luar nikah dengan seorang waitress klub malam.
Namun di sisi lain, popularitas seseorang akan bisa menjadi buruk dan turun juga karena infotainmet. Ini bisa kita lihat pada kasus perseteruan Sarah Azhari dengan wartawan infotainmen beberapa waktu lalu.
Memang infotainmen ditayangngkan untuk menjadi salah satu tayangan yang sifatnya menghibur. Namun kehidupan selebriti yang di ekspose setiap hari dan sedetail-detailnya serta sekontroversial mungkin akan sangat membahayakan. Selain akan menjadikan permusuhan antara artis yang bertikai juga semakin meruncing masalah seperti kasus kontroversi goyang ngebor Inul, perceraian beberapa artis dan juga juga akan semakin mempertentangkan kelompok satu dengan kelompok yang lain. Lalu apa manfaat infotainmen bagi kehidupan kita?
Filed under: 1